Bidang Kerasulan Khusus

NGOPI YUK !!!

 

 

Lomba Bulu Tangkis HUT KR 88

A. KETENTUAN UMUM :
1.TUJUAN LOMBA ADALAH UNTUK MEMERIAHKAN HUT KE 88 PAROKI KRISTUS RAJA SURABAYA,
BUKAN UNTUK MENCARI SUATU KEJUARAAN,JIKA MENANG ADALAH BONUS DARI TUHAN,DENGAN INI
PEMAIN YANG BAIK UNTUK DIPERSIAPKAN MEWAKILI PAROKI KRISTUS RAJA MENGHADAPI
PERTANDINGAN DENGAN PIHAK DILUAR PAROKI KRISTUS RAJA SURABAYA
2. KATEGORI PERTANDINGAN BULUTANGKIS GANDA :
40 TAHUN
40 TAHUN
PASANGAN DIPILIH MELALUI UNDIAN , PADA SAAT TECHNICAL MEETING
3. PEMAIN TIDAK BISA DIGANTI/DIBATALKAN.
MISALNYA : PEMAIN CEDERA WAKTU PERTANDINGAN MAKA DINYATAKAN GUGUR.
4.PESERTA LOMBA JIKA DIPANGGIL SAMPAI 3 KALI TIDAK HADIR DINYATAKAN GUGUR
5. SETIAP LINGKUNGAN MENDAPAT JATAH MINIMAL 2 ORANG PEMAIN ,JIKA MEMENUHI
DAPAT 1 (SATU) TUMBLER STAINLESS STEEL
6.BIAYA PENDAFTARAN RP. 50.000/ORANG, MENDAPATKAN KAOS OLAHRAGA YANG HARUS
DIPAKAI SAAT PERTANDINGAN,JIKA TIDAK DIPAKAI DIANGGAP WO, TAMBAHAN TUMBLER BAGI
30 PENDAFTAR AWAL,SEMUA INI DIAMBIL SAAT TEHNICAL MEETING (22/10/18) MENUNJUKAN
TANDA BUKTI PEMBAYARAN
7.PENDAFTARAN PESERTA MELALUI KETUA LINGKUNGAN MASING-MASING, MASING-MASING
LINGKUNGAN DAPAT JATAH 2 PEMAIN, JIKA TERPENUHI MENDAPATKAN 1 TUMBLER UNTUK
USAHA MEREKA
8.PEMENANG PERLOMBAAN BULU TANGKIS ADA 4 YAITU :
JUARA PERTAMA MENDAPATKAN UANG RP.2.000.000,-
JUARA KEDUA MENDAPATKAN UANG RP.1.500.000,-
JUARA KETIGA MENDAPATKAN UANG RP.1.000.000,-
JUARA HARAPAN MENDAPATKAN UANG RP. 750.000,-
8.PELAKSANAAN LOMBA DI GEDUNG OLAHRAGA KRISTUS RAJA SURABAYA
9.WAKTU PERLOMBAAN : TANGGAL 24 DAN 25 OKTOBER 2018, DIMULAI PUKUL 18.00,JIKA
TERNYATA CUKUP SATU HARI SAJA MAKA TANGGAL 25 OKTOBER 2018 DITIADAKAN

B. SISTIM PERTANDINGAN :
1. SISTIM PERTANDINGAN MENGGUNAKAN SISTIM GUGUR.
2. KATEGORI YANG DIMAINKAN GANDA CAMPURAN USIA 40 TAHUN KE BAWAH DAN
USIA 40 TAHUN KE ATAS.

C. SISTIM WAKTU PERTANDINGAN :
1. PERTANDINGAN DILAKUKAN DI GEDUNG KRISTUS RAJA.
2. SEBELUM MEMULAI PERTANDINGAN PEMAIN DIBERI KESEMPATAN UNTUK MENCO-
BA LAPANGAN DAN SHUTTLECOCK SELAMA MAXIMAL 1 MENIT.
DILAKUKAN JUGA UNDIAN YANG DIPIMPIN WASIT UNTUK MENENTUKAN PEMAIN
YANG PERTAMA MELAKUKAN SERVICE.
3. PEMAIN BERTUKAR TEMPAT TIAP PERGANTIAN PERMAINAN. PERMULAAN SERVICE
TIAP PERMAINAN DILAKUKAN OLEH PEMAIN YANG MEMENANGKAN PERMAINAN SE-
BELUMNYA. APABILA TERJADI RUBBER GAME, PEMAIN BERTUKAR TEMPAT KETIKA
HITUNGAN MENCAPAI ANGKA 11 DAN DIBERIKAN KESEMPATAN SELAMA 30 DETIK
UNTUK MENYEKA KERINGAT DAN BERISTIRAHAT SEBELUM MELANJUTKAN PERTAN-
DINGAN KEMBALI.
4. DISAAT PERTANDINGAN SEDANG BERLANGSUNG, PEMAIN DIBERIKAN KESEMPATAN
MAKSIMUM 2 KALI DALAM SETIAP PERMAINAN UNTUK MEMINTA ISTIRAHAT MINUM
ATAU MENYEKA KERINGAT SEKITAR 30 DETIK PER KESEMPATAN.
5. DIBERIKAN WAKTU ISTIRAHAT 1 MENIT BAGI PEMAIN SETELAH MENYELESAIKAN 1
SET.

D. SISTIM PENILAIAN PERTANDINGAN :
1. SISTIM PERHITUNGAN ANGKA MEMPERGUNAKAN “RALLY POINT SCORING SYSTEM”
3×21 (THE BEST OF THREE GAMES) DARI BABAK PENYISIHAN HINGGA FINAL. PEMAIN
YANG MEMPEROLEH KEMENANGAN 2 SET DINYATAKAN SEBAGAI PEMENANG PER-
TANDINGAN.
2. PEMAIN DIBERIKAN ANGKA TIAP MEMENANGI RALLY PERMAINAN DI TIAP PERMAIN-
AN YANG SEDANG BERLANGSUNG HINGGA MENCAPAI SKOR 21.
3. PEMAIN YANG MENDAPATKAN SKOR 21 ANGKA TERLEBIH DAHULU DINYATAKAN
SEBAGAI PEMENANG DI TIAP PERMAINAN, KECUALI KETIKA TERJADI “DEUCE” (MU-
LAI DARI SKOR 20-20).
4. JIKA SKOR 20-20 MAKA PEMENANG TIAP PERMAINAN DIBERIKAN KEPADA PEMAIN
YANG TERLEBIH DAHULU MEMPEROLEH SELISIH 1 ANGKA LEBIH DARI LAWANNYA.
5. MENGINGAT KETERBATASAN WAKTU YANG TERSEDIA, JIKA TERJADI “DEUCE” TERUS
MENERUS, MAKA PEMENANG TIAP PERMAINAN AKAN DIBERIKAN KEPADA PEMAIN
YANG MENDAPATKAN SKOR 21 ANGKA TERLEBIH DAHULU.
6. JIKA PEMEGANG SERVICE MEMILIKI ANGKA GENAP, PEMAIN PELAKU SERVICE MELA-
KAN SERVICE DARI LAPANGAN SERVICE KANAN MENYILANG KE ARAH PEMAIN PENE-
RIMA SERVICE.
7. JIKA PEMEGANG SERVICE MEMILIKI ANGKA GANJIL, PEMAIN PELAKU SERVICE MELA-
KUKAN SEVICE DARI LAPANGAN SERVICE KIRI MENYILANG KE ARAH PEMAIN PENERI-
MA SERVICE.
8. JIKA TERJADI KESALAHAN DALAM MELAKUKAN SERVICE MAKA AKAN DIKENAKAN GA-
JARAN YAITU POIN BAGI LAWAN.

E. PERSYARATAN PEMAIN :
1. PEMAIN WAJIB MENYIAPKAN RAKET MASING-MASING.
2. PAKAIAN OLAHRAGA YANG DIWAJIBKAN ADALAH KAOS YANG DIBERIKAN OLEH PANITIA
SAAT TEHNICAL MEETING SEDANGKAN CELANA OLAHRAGA PENDEK ATAU TRAINING DAN SEPATU
OLAHRAGA DARI PESERTA LOMBA
F. PERATURAN TAMBAHAN :
1. SETIAP PERTANDINGAN DIPIMPIN OLEH 1 ORANG WASIT UTAMA DAN DIBANTU O-
LEH 2 ORANG HAKIM GARIS.
2. WASIT UTAMA BERTUGAS MEMIMPIN PERTANDINGAN, MENGHITUNG ANGKA YANG
DIPEROLEH MASING-MASING GANDA CAMPURAN DAN MELAPORKAN HASIL PERTAN-
DINGAN KE PANITIA.
3. WASIT DAN HAKIM GARIS DARI PANITIA JIKA DIRASA KURANG DIAMBIL DARI PESERTA PERLOMBAAN
4. HAKIM GARIS BERTUGAS MEMBANTU WASIT UTAMA DALAM MENYATAKAN APAKAH
SCHUTTLECOCK MASUK ATAU KELUAR LAPANGAN PERTANDINGAN.
5. PERSELISIHAN YANG TERJADI DI SAAT PERTANDINGAN BERLANGSUNG AKAN DIPU-
TUSKAN PENYELESAIANNYA OLEH WASIT UTAMA.
6. WASIT UTAMA DAPAT MEMBATALKAN SECARA OBJEKTIF KEPUTUSAN HAKIM GARIS.
7. KEPUTUSAN WASIT UTAMA ADALAH MUTLAK DAN TIDAK DAPAT DIUBAH.
8. JENIS DAN MERK SHUTTLECOCK YANG DIPERGUNAKAN DALAM PERTANDINGAN DI-
TENTUKAN OLEH PANITIA.
9. SETIAP PERTANDINGAN DIBERIKAN KESEMPATAN MENGGUNAKAN SHUTTLECOCK
MAKSIMAL 2 BUAH.
10. PERGANTIAN SHUTTLECOCK DAPAT DIUSULKAN OLEH PEMAIN DENGAN PERSETUJU-
AN LAWAN TANDING DAN WASIT UTAMA.
11. APABILA SHUTTLECOCK YANG TERSEDIA DIANGGAP KURANG, WASIT UTAMA DAPAT
MEMINTA TAMBAHAN SHUTTLECOCK KEPADA PANITIA.
12. SAAT ADA PROTES KERAS, WASIT BERHAK MEMBERIKAN PERINGATAN PERTAMA. JI-
KA PEMAIN TETAP MELAKUKAN PROTES LAGI AKAN DIKENAKAN SANKSI LAWAN
MENDAPAT 1 POIN TAMBAHAN DAN JIKA TETAP MELAKUKAN PROTES SETELAH DIKE-
NAKAN PERINGATAN KEDUA, MAKA WASIT BERHAK MENDISKUALIFIKASI PEMAIN